Thursday, February 13, 2020

Perjalanan untuk Lepas dari PCO (Part 5) - Hasil Detox Nakedpress



Setelah berhasil melalui detox pertama, minggu berikutnya saya kembali melanjutkan detox. Detox kedua saya lakukan pada 24 Juni 2019. Nah, detox kali ini lebih mending dibandingkan yang pertama. Mungkin karena sudah pernah melalui, jadi detox ke-2 ini saya lebih siap dan merasa biasa. Walaupun efeknya tetap sama yaitu kembung dan ingin buang air kecil. Saya juga merasa lebih santai dan tidak terbebani.

Efek setelah dua kali detox adalah di hari berikutnya saya mulai terbiasa untuk makan sayur lebih banyak. Jadi saat makan yang di goreng, lidah berasa tidak enak. Bahkan pernah saya makan snack yang terlalu asin, besoknya tenggorokan menjadi tidak enak (Seperti mau radang). Padahal biasanya tidak pernah begitu. Ini efek tiap orang akan berbeda-beda, jadi tidak bisa disamakan antara saya dengan yang lain.

Minggu berikutnya kembali melanjutkan detox pada 9 Juli dan minggu setelahnya pada 16 Juli. Total saya melakukan detox empat kali dan berhenti tidak detox lagi. Empat kali detox membuat saya lebih menyukai sayuran dan buah ketimbang makanan di goreng. Keesokan setelah detox, tetap saya coba jaga makan, seperti nasi putih diganti nasi merah, mengurangi gorengan (karena di lidah juga merasa tidak enak), mulai banyakin porsi makan sayur, dst. Saya tetap rutin yoga, tiga kali dalam seminggu. Di weekend kadang masih olahraga seperti treadmill, walaupun tidak terlalu lama. Biasa sekitar 20-30 menit. Itu pun tidak rutin di tiap weekend. 

Pokoknya berusaha untuk memperbaiki pola hidup. Karena merasa kurang sayang dengan tubuh sendiri dan ingin berhenti minum obat hormon. Waktu itu cuma kepikiran ingin sehat, belum ada bayang-bayang untuk hamil. Semua coba di jalani perlahan dan lama kelamaan menjadi menyukainya. Saya mulai suka makan salad sayuran (biasanya tidak suka dan merasa kurang kenyang), porsi makan mulai berubah dan gampang kenyang, mulai terbiasa untuk olahraga dan merasa segar, tidur lebih nyenyak, dan pikiran lebih fresh. 

Mungkin karena semua pola mulai berubah lebih baik, akhirnya di tanggal 18 Juli 2019, saya keluar flek seperti mau menstruasi. Wah senangnya... Akhirnya bisa menstruasi dengan normal tanpa di pancing obat hormon. Namun, semua itu ternyata belum ada apa-apanya. Hingga tanggal 20 Juli 2019, hanya keluar flek saja dan tidak ada darah menstruasi seperti pada umumnya. Saya kembali sedih dan merasa bahwa mungkin emang harus tetap minum obat hormon. Akhirnya flek berhenti di tanggal 20 Juli. Keesokan harinya sudah bersih seperti biasa.

Saya bilang sama koko, bulan berikutnya coba untuk lihat apakah bisa menstruasi dengan normal atau tidak. Jika memang tidak bisa menstruasi dengan normal, ya sudah mungkin jalannya harus dengan obat dokter. Namun, tetap saya berusaha untuk menjaga pola makan, pikiran, maupun rutin yoga. Semata-mata demi menstruasi agar normal dan lancar.

Detox membantu saya untuk membiasakan diri makan makanan yang lebih banyak mengandung sayur dan buah. Namun tetap di tunjang juga dengan kebiasaan setelah detox dan mungkin juga di bantu oleh olahraga. Buat saya yoga itu sangat berpengaruh dan punya efek yang baik. Saya merasa rileks sehabis yoga dan tidur bisa lebih nyenyak. Sebetulnya, saya tidak punya masalah dengan tidur. Kadang cuma suka susah untuk langsung tidur. Tapi bila tidur biasanya jarang kebangun, kecuali ingin ke toilet. Sehabis yoga, perasaan baru rebahan eh kok tiba-tiba alarm jam bangun sudah bunyi. Biasanya abis rebahan saya masih suka mikir ini dan itu, sehabis yoga itu semua serasa tidak bisa dilakukan. Karena langsung ingin tidur dan pulas sampai pagi.

Hasil detox dan perubahan pola hidup di tiap orang akan berbeda-beda. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba agar tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Intinya memang harus ada niat dan usaha. Sebab tanpa keduanya semua akan menjadi sia-sia.


Refrensi:

https://pixabay.com/photos/hands-pregnant-woman-heart-love-2568594/

No comments:

Post a Comment

Perjalanan untuk Lepas dari PCO (Part 6) - Ke Psikolog

Perjalanan untuk lepas dari PCO ini memang terbilang tidak mudah. Namun, saya menyadari bahwa ini masih bisa untuk diteruskan. Jika berka...